Mengintip Tren Desain Interior 2019

Menjelang awal tahun, mari kita mengintip desain interior yang tren di tahun 2019. Pada tahun 2019, beberapa desainer memprediksi tren interior, seperti soal warna diprediksi warna yang hangat, juga tren barang kayu antik, hingga sudut bulat pada furnitur akan menjadi favorit para pecinta interior.

Tren Desain Interior Rumah Tahun 2019 


tren-interior-desain-2019-rumah-interior-lampung
Tren Desain Interior Rumah Tahun 2019 - foto: holcim

mengintip-tren-desain-interior-2019-rumah-interior-lampung
Mengintip Tren Desain Interior 2019 - foto: Interiorzine

Tren Furniture Interior Tahun 2019

Melansir Vogue, akan ada banyak furnitur indoor yang digunakan sebagai perabot di luar area rumah. Bahkan area luar rumah bisa difungsikan sekaligus sebagai bagian dari interior. Sekat di dalam rumah juga semakin berkurang mengingat kebutuhan akan ruang yang luas semakin meningkat.

Tren Furniture Interior 2019 - foto : tricks of trend
Penggunaan barang atau furnitur yang tidak diperlukan akan dikurangi. Sebaliknya, perabot dan barang-barang dengan desain yang multifungsi akan terus dinikmati. Banyaknya orang yang tinggal di perkotaan semakin menambah permintaan akan desain rumah dan furnitur yang multfungsi. Selain itu, ukuran rumah yang menjadi lebih kecil juga menjadi faktor pendorong, sehingga kebutuhan untuk menyesuaikan luas rumah dengan furnitur multifungsi menjadi semakin populer. Penggunaan furnitur berukuran kecil dan multifungsi akan memberikan lebih banyak ruang bagi pemilik rumah.


Tren Penataan Interior Ruang Tahun 2019


tren-penataan-ruang-2019-rumah-interior-lampung
Tren Penataan Interior 2019 - foto : decor aid


Ruang yang nyaman akan menjadi prioritas. Mengutip The Washington Post, banyak orang yang kini menginginkan rumah dengan ruang yang nyaman. Salah satu unsur yang membuat ruangan lebih nyaman adalah furnitur. Di tahun 2019, desain furnitur diprediksi akan kembali ke zaman lampau, tepatnya pada dekade 60-an. Di zaman ini perabot didesain dengan tepi yang bulat, oval, dan lembut. Bahkan kursi dan sofa juga dirancang untuk memberikan kenyamanan ekstra dengan lengan yang besar.


Rekomendasi : Tren Desain Interior tahun 2017


Tren Warna dan Dekorasi Interior Tahun 2019

Tren Warna Interior 2019 - foto : Dunn-Edwards Paints

Warna-warna seperti pastel pink, kuning, dan biru sering ditemukan di ruang keluarga dan kamar tidur. Namun untuk tahun 2019, Situs interior Houzz, memprediksi warna-warna ini akan sering digunakan di dapur.  Dibanding interior yang mewah dan semarak, kini semakin banyak orang yang tampaknya lebih mencari kenyamanan emosional dari dekorasi rumah mereka. Untuk itu penggunaan warna-warna kalem yang menenangkan akan semakin diminati. Warna seperti mint, krem, atau cokelat akan menghiasi ruang-ruang di dalam rumah.

Perpaduan paling harmonis untuk tren dekorasi interior 2019 adalah tanaman dan aksen kayu, yang tidak hanya memberikan tampilan yang indah, namun sirkulasi udara pada rumah pun menjadi baik.peletakkan tanaman di dalam atau di luar ruangan berhasil memberikan atmosfer yang asri yang menenangkan, dengan dipadukannya dengan material kayu yang menampilkan kehangatan.Gaya lain yang menonjol pada tahun 2019 adalah nuansa merah dan kuning. Warna cerah ini akan terlihat kontras jika dipadukan dengan warna yang lebih tenang, seperti warna abu-abu dan hitam.



tren-warna-dan-dekorasi-interior-tahun-2019
Tren Warna dan Dekorasi Interior 2019 - foto : kompas properti


Di tahun 2019 mendatang kehadiran tanaman pada dekorasi interior semakin happening. Kamar tidur, ruang tamu, ruang makan, balkon akan dihiasi dengan tanaman dan bunga yang membuat suasana teduh dan asri.Kita pun akan terasa dekat dengan alam dengan suasana yang hijau dan natural. Cat dinding pun akan disesuaikan agar dekorasinya semakin teduh, seperti pemakaian warna cat hijau lembut, diikuti dengan warna pastel biru dan merah muda, yang memberikan kelembutan pada hunian.



Referensi lanjutan : Trend Desain Interior tahun 2018


Tema Desain Interior Indonesia tahun 2019 : Singularity


Desainer interior harus memperhatikan juga konteks di mana hunian tersebut berada. Di Indonesia, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mengeluarkan tema "Singularity" untuk tren forecasting (panduan tren bagi pelaku kreatif Indonesia) untuk 2019/2020 yang diturunkan menjadi empat subtema yaitu:
Exuberant, Neo Medieval, Svarga, dan Cortex.

Tema Singularity terkait perubahan zaman, yakni gambaran suatu keadaan yang mengindikasikan beragam pergeseran teknologi dan sikap-sikap yang menyertainya, dan gambaran masa depan yang masih diraba. Dalam konsep Singularity, terdapat unsur pertanyaan, kekhawatiran, optimisme, serta harapan akan apa yang terjadi di masa depan.

Exuberant 

Sub tema Exuberant dikaitkan dengan sikap positif dan antusiasme dalam memandang kecerdasan buatan (AI) sekaligus perasaan santai. Tema itu menunjukkan keceriaan dan optimisme lewat permainan warna yang colorful dengan unsur seni urban atau futuristik dan perpaduan gaya sporty yang santai dengan gaya formal yang cenderung feminin.


Neo Medieval

Neo Medieval mengusung unsur romantisme abad pertengahan yang mencerminkan sikap khawatir akan kemungkinan di masa de­pan yang memicu timbulnya ”benteng pertahanan”. Pandangan ini membangkitkan romantisme dalam sejarah, ketika tema abad pertengahan menyatu dengan kemajuan teknologi.


Svarga

Secara visual, tema tersebut memunculkan kesan gaya khas pejuang futuristik, kuat, tegas, dan elegan, dengan palet warna yang netral dan membumi.Svarga melihat sisi kemanusiaan dari kecerdasan buatan, yaitu jembatan dari beragam perbedaan tampilan untuk menjadi satu harmoni. Keterbukaan itu menciptakan multikulturasi. Konsep desain dalam tema tersebut memperlihatkan tabrak corak yang tetap memperhatikan kese­imbangan antara satu dan yang lain.


Cortex

Sementara itu, Cortex, merupakan paradoks kecerdasan buatan di era evolusi digital, ketika digitalisasi membaur dengan seluruh aspek kehidupan manusia. Kecerdasan buatan dipandang dapat membantu manusia dalam proses riset desain yang berujung pada inovasi.

Inovasi material dengan bantuan teknologi mewarnai tema ini, termasuk bentuk abstrak terstruktur, tidak terduga, fleksibel, dan dinamis dalam siluet maupun tekstur.

"Seperti fashion, ada kalanya tren kembali ke gaya-gaya yang berkembang di masa lalu, tetapi dikemas lagi dengan sentuhan yang lebih modern. Dalam hal ini, neoclassic dan neo medieval yang menjadi contoh gaya lama yang muncul kembali di masa sekarang," tutur Detty yang juga berprofesi sebagai dosen di bidang desain interior ini.


Dia memperkirakan, gaya klasik murni sepertinya mulai ditinggalkan di tahun depan. Meskipun, sebagian masyarakat mungkin masih akan memilihnya. Alasannya, di era modern yang serbacepat dengan mobilitas yang tinggi, gaya klasik murni berkesan berat dan kuno apabila tidak dikombinasikan dengan komponen ruang yang lebih modern.Ketika mengaplikasikan konsep tersebut dalam desain interior hunian, masyarakat tentu bebas memilih gaya dan pendekatan apa yang sesuai dengan suasana ruang yang diinginkan. "Dalam penerapannya, tetap ada nilai-nilai lokal yang tidak bisa dihilangkan begitu saja, terlebih lagi bangsa ini kaya akan ragam hias dan unsur-unsur etnik tradisional lain yang dapat memperkuat identitas pe­milik hunian dan memperkaya suasana interiornya," tutur Detty.

Ia menyebutkan, hunian yang baik tentu harus dirancang sesuai dengan aktivitas dan kebutuhan yang spesifik dari setiap penghuninya. Seperti halnya pemilihan fashion yang akan menunjukkan kepribadian pemakainya, selera pemilik hunian dalam penataan interiornya juga akan menunjukkan karakter dan kepribadiannya.

"Desain interior juga harus membumi. Apa pun tema dan gaya perancangan yang dipilih, ia harus peka dengan potensi sumber daya alam dan lingkungan di sekitarnya," ucap Detty.

Dia mengungkapkan, tidak semua material finishing yang bagus dan berkualitas harus didatangkan dari luar pulau, bahkan dari luar negeri. Jika tinggal di Jawa Barat, misalnya, kita dapat menggali potensi-potensi alam Jawa Barat yang dapat kita optimalkan dalam perancangan interior.

"Misalnya, furnitur menggunakan rotan Cirebon dan upholstery kulit menggunakan kulit Garut," ujarnya.




Menuju : Welcome to Rumah Interior Lampung (Home)